Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Agustus 2015

DAN KAU...

Diposting oleh Unknown di 5:21 AM 0 komentar

Agustus, 21 2015

Ilustrated by me

Dan kau yang menjunjung ku
Tinggi, setinggi-tingginya
Membantuku menggapai langit biru
Meraih balonku yang terbang di atas sana

Dan kau tetap memegangku, erat
Walaupun balon itu telah di tangan
Supaya aku tidak ikut terbang
Dan lupa pada daratan

Dan kau terus merengkuhku, kuat
Sehingga bila angin berhembus kencang
Dan balon itu akhirnya terlepas
Aku takkan jatuh terhempas

Dan kau yang memelukku, lembut
Dengan senyum mu yang tulus
Hingga sedihku takkan berlarut
Saat balon itu meletus

Dan kau adalah ibuku
Yang selalu ada untukku
Dan selalu ada di hatiku
Sampai kapanpun

Selamat Ulang Tahun, Mamah!

For my dear mom, who always supports and helps me achieving my dreams, gives the best advices and lessons to keep me in faith, be there for me in all my ups and downs, and loves me unconditionally. I love you!

Kamis, 18 Juni 2015

Bungkam

Diposting oleh Unknown di 2:24 AM 0 komentar



Pernah nggak sih pas lagi musyarawarah, terus ada anak yang sok berkuasa ngajuin usul. Terus kita nggak setuju dan ngemukain pendapat kita. Lalu anak itu langsung memaksa dan mendoktrin kita dengan alasan yang memanipulasi. Sementara anggota yang lainnya cari aman dan bilang terserah atau bilang setuju dengan berat hati. Itukan namanya munafik. Kenapa sih kita nggak mengutarakan apa yang sebenernya kita mau. Apa kita lupa kalau sebenernya kita juga punya pilihan? Apa kita lupa kalo negara ini tuh negara demokrasi. Kenapa memilih bungkam ?


"say what you want to say and force pieces that don't fit"




Tertanda,
Bukan Anak Hipokrit 

Jumat, 01 Mei 2015

17!

Diposting oleh Unknown di 12:30 AM 0 komentar
How does it feel to be seventeen? 
I think I’m about to freak out. Wait, I already am. Being 17 and all is overwhelming. Maybe age is just a number, but for me, it also about achievements. And these couple days it got me thinking. What have I done in the last 17 years? 
The answer is: not much. 
I’m still nowhere to make everyone in my life happy and proud. Not even my mother. Maybe she is proud of me, I would never know because she never tells me so. 
But whatever I might feel inside and whatever my twisted mind trying to tell me, one thing I know is: I am lucky surrounded by people who love me. For who I am. Meythria is a bitch. Meythria is (sometimes) unpleasant to be with. Meythria is so self center, she wants the universe revolves around her. And that, sometimes, drift people away from her. But still, I am trying every day in my life to be a better person. 
I am grateful to have so many kind and special people in my life. And I thank you, Mom. You are the one to make me believe I can do things that seems impossible to do. You, are my torch, lights my way especially when I am lost and can’t see or think what to do. I love you, for being quirky, funny, smart, warm you. Thank you.  
They say, life begins at thirty. I say, life begins when you know how to be grateful. 
And I am still learning. 
So, welcome, seventeen. Let’s get awesome together!

PS : Maap kalo ada kesalahan grammar, ceritanya lagi gaya-gayaan :P

Jumat, 13 Maret 2015

Wanderlust

Diposting oleh Unknown di 5:18 PM 0 komentar

Beberapa dari kita terjebak di lingkungan yang sama. Saya dilahirkan dan dibesarkan di tempat yang sama. Tapi bukannya Tuhan menciptakan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kita bisa saling mengenal? Sayangnya, saya enggak lahir di keluarga yang will-throw-money-to-start-new-life-abroad. Mereka membesarkan saya untuk selalu merasa cukup. Tapi, terkadang saya penasaran, seperti apa keadaan di luar sana? Gimana rasanya naik balon terbang di Capapoddia? Kayak apa sih Aurora Borealis di Iceland sesungguhnya? Semeriah apa tahun baruan di Ball Drop New York? Apa menariknya sih Maccu Pichu di Peru?
Awal mula saya pengen traveling itu pas saya baca buku judulnya De Journal.  Terus pas kakak saya pasang tv langganan, saya sukaaaa banget nonton National Geographic, di situ sering ditayangin acara-acara dokumenter sama kebudayaan suatu negara. Kayaknya itu merupakan pertanda buat saya menjelajah sisi lain dari dunia ini. Hihihi. Di film Secret Life of Walter Mitty, tokoh utamanya bosen sama kehidupannya dan dia cuma bisa ngebayangin hidupnya yang enggak biasa lewat imajinasinya. Tapi hidunya berubah pas dia nekat terbang ke Iceland dan ngelakuin hal-hal yang memacu adrenalin. Jadi kesimpulannya, kalo kita pengen sesuatu yang enggak pernah kita punya, kita harus ngelakuin hal-hal yang enggak pernah kita lakuin. Makanya saya sedang getol buat ngebenerin Bahasa Inggris saya yang masih cemen lain kali mau buat postingan yang full English ah, saya juga mulai belajar bahasa asing lainnya, Spanyol sama Italia  sih, soalnya lumayan banyak penggunanya. And because it might be useful someday...

"If we want something we never had, we should do something we never did"

credit : pinterest

So have you ever thought to about leaving?

Jumat, 26 Desember 2014

Tititk Temu

Diposting oleh Unknown di 2:23 AM 0 komentar
Malam, ialah waktu penghantar setiap rindu yang menggebu
Perlu kau tahu, aku hanya berpegang pada satu titik pacu
Khayalanku terlalu jauh, melambaikan harap semu
Namun walau begitu, aku akan tetap kagumi indahmu

Kapan kita bertemu?
Ah nampaknya kau juga tak peduli akan hadirku
Mungkin namaku saja kau tak tahu
Namun, ku ingin kau tahu bahwa namamu selalu terajut disetiap doaku

Aku selalu ingin menyapamu
Namun, entah mengapa suaraku tertahan, terbelenggu
Mungkin karena aku lebih akrab dengan malu
Ia selalu ramah menyapa dan merangkulku terlebih dulu


Lagipula, siapa lah diriku?
Mungkin, hanya seorang gadis perindu yang asing dihidupmu
Atau bahkan hanyalah debu yang tak pernah kau tahu hadirku

Mimpi. Aku hanyalah bocah pemimpi
Mendekapmu itu inginku
Namun, apalah daya seorang pemimpi?
Waktu belum memberiku restu tuk berbagi rindu bersamamu

Kini, kita sudah bertemu
Di suatu titik temu
Aku dan kau sedang menikmati kopi hangat disebuah kedai di senja yang kelabu
Hanya saja kelak, di masa depan yang entah kapan aku tak tahu.

Minggu, 21 Desember 2014

Cerita Hari Sabtu

Diposting oleh Unknown di 7:50 AM 0 komentar
Hari Sabtu kemaren saya terima rapot, habis baca rapot saya kesel dong.Kenapa? karena penulisan nama saya masih salah, padahal saya sudah minta ralat berkali-kali dari tahun kemaren. APA SUSAHNYA SIH NULIS NAMA MEYTHRIA??HAAAHHH???!!

Selain itu,  menurut saya hasil penilaiannya bener-bener penuh prahara dan derita hahaha.... Soalnya dari beberapa mapel saya ngerasa ga pantes kalo saya dapat nilai segitu, soalnya kadang saya ga niat belajarnya tetapi di mapel yang lain saya ngerasa engga adil kalau nilai saya sedikit, well penilaiannya bener-bener ga subjektif deh, banyak nepotisme soalnya.... ah sudahlah.

Kalo habis terima rapot berarti masa-masa indah saya di SMA semakin berkurang dong. Saya juga belum tau mau kuliah jurusan apa, kalo diliat-liat kakak saya yang pertama anak IPA sejati deh selain kuliah di jurusan IPA sifatnya juga ngepas banget kayak stereotip anak IPA soalnya dia pelit perhitungan banget dosa aja kalo diminta keknya ga bakal dia kasih hehehe, terus galak banget dia itu pertama ketemu pasti kayaknya penuh kasih sayang tapi sebenernya dia itu nightmare dress like a daydream kalo kakak kedua saya kebalikannya dong dia anak IPS saking dermawannya barang enggak bermutu juga dibeli soalnya kasihan sama penjualnya, selain itu ramah banget semua orang yang ditemui diajak kenalan semua. Dulu juga pas SMA keknya ndugal deh kata ibu saya.

Well, terus saya ini apa?? jangan-jangan saya ini Divergent!! tapi kalau saya factionless gimance dong... at least, saya ada passion, saya suka jalan-jalan ke manapun asalkan jangan ke gunung, soalnya keknya ke gunung tuh enggak worth it bagi saya, soalnya ngapin coba kalo udah ke puncak susah-susah nantinya turun lagi. Ih tapi mau kuliah jurusan apa dong, saya juga engga bisa ngebayangin kuliah di luar kota soalnya saya kan susah ngapalin jalan, jalanan di Wonosobo aja ga apal. Terus kalo saya merana di kosan pas lagi sakit atau kelaperan gimana, ah sudahlah.

Anyway saya mau boker dulu soalnya saya diare nih gara-gara makan kerupuk jablay.


Senin, 08 Desember 2014

There's Always Something to be Thankful For

Diposting oleh Unknown di 4:53 AM 0 komentar
Hari ini saya kesel banget soalnya pas mau buka puasa udah enggak dibikinin teh, ga punya makanan apapun, pas buka kulkas tuh rasanya pengen ngamuk. Masa saya buka puasa suruh langsung makan nasi? Gak pengertian banget sih T_T endingnya saya cuma minum air putih sama gadoin energen sisa.

Saya sering ngerasa desperate banget, kayaknya ga ada orang yang ngertiin dan peduli sama saya dan gak ngerti lagi apa yang harus saya lakukan soalnya yang saya lakuin dianggap salah melulu. Saya ngerasa sendirian. Kadang saya marah sama Tuhan kenapa sih saya cuma dikasih kesempatan 10 tahun doang untuk hidup sama mamah saya. Karena kayaknya cuma mamah yang paling ngerti saya.

"I felt like I was the biggest mistake that my parents have made."

Tapi lalu saya sadar, kalo Tuhan nyiptain kita dan mengirim kita ke bumi, berarti Dia juga kasih kita misi buat bikin bumi jadi tempat yang lebih baik. Aku ga mau jadi kesalahan besar yang udah Tuhan ciptakan. Jadi saya harus ngelanjutin hidup saya buat cari tahu apa "misi" saya.

Well, if I couldn't make it at least I've done my best. I wouldn't feel sad about myself again.

Dan kalo saya peka, saat ini saya termasuk orang yang beruntung, saya gak terlahir cacat, saat nulis postingan ini saya bisa napas dengan normal, di saat yang lain sedang susah bernapas karena pilek mungkin. Di saat di belahan dunia lain mungkin saat ini sedang ada orang yang baru saja menghembuskan napas terakhirnya...

Saya bisa nulis postingan ini dengan lancar tanpa ada halangan koneksi internet yang ngeselin, di saat di daerah pelosok buat listrik aja susah apalagi cari sinyal internet. Atau di saat orang lain sedang gundah gulana kehabisan kuota.

Saya bersyukur saya bisa makan nasi malam ini sampai kenyang, di saat di belahan dunia lain, ada orang makannya aja dirapel. Mungkin dia anak kos.

Dan yang paling saya syukuri saya masih punya keluarga, saya masih punya ayah yang menyayangi saya unconditionally dan dipertemukan dengan orang-orang baik, saya berterima kasih atas sahabat-sahabat saya, di saat ada orang lain di luar sana yang hidup sebatang kara dan hidup merana.

Saya bersyukur atas hal-hal lainnya yang tidak saya sadari. Setidaknya saya harus bersyukur atas semua yang saya miliki.

Karena kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi ke depan.

Jumat, 05 Desember 2014

Masa-masa Kelam Selama Ujian

Diposting oleh Unknown di 6:33 AM 0 komentar
Sebenernya ujian Tuhan itu lebih berat dari ujian sekolah tapi teteup aja bikin pusing di hampir semua kalangan pelajar. Karena termotivasi tinggi buat dapet nilai bagus gak jarang ada pelajar yang menyimpang dengan cara mencontek, termasuk saya. Ewwwhh... dengan cara-cara yang awesome seperti berikut ini

Batuk

Dulu saya suka batuk-batuk buat panggil temen. Emang ini kreatif banget, jadi kalau lagi kesusahan buat ngerjain soal kita tinggal batuk aja niscaya jiwa-jiwa yang mulia akan membantu kamu.

Ngejatuhin Pulpen

Pas lagi males mikir atau lebih tepatnya udah ga bisa ngapa-ngapain, saya suka mainin pulpen/ pensil sampe ga sengaja jatuh. Dan kita tau itu adalah kesempatan besar. Jadi di hari berikutnya saya jatuhin pulpennya lebih jauh dong biar bisa survei jawaban temen-temen dari depan ke belakang pelan-pelan. Hehehehe...

Ngebatek Leher

Saya pernah ngebatekin leher buat liat jawaban dari temen di sebelah saya, tapi niat saya gagal.

"Meythria, ngapain kamu?!" teriak pengawas

"Ya nyonteklah! Gitu doang nanya!" jawab saya dalam hati

tapi akhirnya saya cuma bilang "Engga bu, cuma pegel kok."

Ngumpetin Hape atau Surat Kecil di Balik Soal

Bagi pelajar yang expert pasti pernah ngelakuin cara ini. Tapi cara ini cukup memacu adrenalin, tapi ini worth it kok karena jawabannnya terjamin bener.

Well, tapi di UAS tahun ini saya ga ngapa-ngapain soalnya saya duduk di depan paling cuma nanya temen kalo kepepet, pokoknya saya mengurangi perbuatan tercela itu, lagian mencontek nggak selamanya salah kok. Lebih baik ngelakuin sesuatu yang salah di masa muda daripada ga ngapa-ngapain dan ga punya sesuatu yang menarik buat dikenang di hari tua. Walaupun dada flat hidup nggak harus flat juga dong. Percuma juga ngapalin sampe puyeng kalo kita juga bakalan lupa, berarti ujian cuma buat ngetes ingatan kita bukannya kemampuan kita. Mencontek juga kan dapat mengasah kreatifitas, memacu adrenalin, sama mempererat solidaritas.
whatever happen, happen.

Rabu, 20 Agustus 2014

Kala Malam

Diposting oleh Unknown di 11:30 PM 0 komentar

Kamu masih inget gak...

Malam itu, malam dimana kau selalu membacakan cerita-cerita dari majalah Bobo. Setelah aku telah pandai membaca sendiri, kubaca ulang cerita itu dan ternyata tidak sama seperti yang kau ceritakan dulu,kau merubah semua ceritanya. Kamu memang pengarang yang handal. Tapi tak mengapa, kau yang membuatku gemar membaca. Akuselalu  haus akan bahan bacaan.

Kamu masih inget gak...

Malam itu, malam dimana kamu gak bisa bisa tidur dan kita menonton film seadanya di TV kita nonton Babe. Ceitanya tentang babi yang tidak pernah diberitahu tentang masa depannya yang akan berakhir di tempat pemotongan daging. Tapi kau berkata, ” jangan pernah takut akan masa depan, jangan takut untuk bermimpi, karena mimpi itu jalan untuk menjadikannya kenyataan.” Kemudian tak disangka babi itu malah menjadi penggiring domba diakhir cerita. Ya, kita menonton film itu sampai pukul sebelas malam. Hehehe... itu pertama kali aku begadang loh.

Kamu masih inget gak...

Malam itu, malam di mana kamu mengajari aku pelajaran porogapet. Kamu tahu aku malas belajar matematika. Aku telah berusaha berkonsentrasi tetapi aku tetap tidak bisa mengerti. Hingga kamu naik darah, dan kamu marah-marah, lalu aku nangis darah.

Kamu masih inget gak...

Malam itu, malam di mana aku tidur terpisah ranjang denganmu. Karena ranjangmu telah ditempati suamimu. Aku mengatakan padamu bahwa akan ada hantu yang akan mendekatiku saat kamu berbalik badan menghadap suamimu, dan kamu memunggungiku. Tapi kamu meyakinkanku bahwa kau akan terus menggandeng tanganku. Lalu kita bergandeng tangan hingga pagi datang.

Kamu masih inget gak...

Malam itu, malam di mana kamu memarahiku karena aku menggunting gambar makanan di buku resep memasakmu untuk bermain. Aku juga pernah menggunting semua uang 20 ribuanmu sebelumnya. Tapi kamu begitu marah karena itu koleksi kesayanganmu. Lalu kamu memaksaku menempelkan kembali semua gambar itu. Kukembalikan semua buku itu setelah selesai, aku begitu takut saat kamu meliirik tajam kepadaku. Lalu kau tersenyum kembali, kau ajarkan aku teknik kolase.

Kamu masih inget gak...

Malam itu,malam dimana aku selalu memijat kaki yang putih mulus tanpa bulumu setelah kau mengabulkan semua permintaanku. Ya, kau memang selalu memanjakanku. Dan aku akan memanjakan kakimu di malam hari.

Kamu masih inget gak...

Malam itu, di malam-malam terakhirmu,  kamu terlalu gelisah untuk melewatkannya. Kamu memintaku membacakan Asmaul Husna yang dulu pernah kuhapal. Kau mendengarkanku sambil bertasbih. Lalu aku diam. Kamu diam. Kita terdiam menghabiskan malam, malam terakhir kita.

Kamu tahu gak...

Malam ini, malam tanpa hujan, tanpa bintang, juga tanpa kamu. Sudah enam tahun aku meratapi malam kelam seperti ini tanpamu. Di hari lahirmu, aku semakin memikirkanmu. Aku tau kau juga menungguku. Terimakasih telah menghidupkan masa kecilku, dan juga mimpi-mimpiku. Aku berjanji akan membuatmu bangga aku akan berusaha tidak membuatmu kecewa. Selamat Ulang Tahun Ibu Terhebatku. Aku selalu mendoakanmu.Tapi aku tahu malam ini tidak akan terus begini.
 

meythria c. nissa Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea